Aku Ingin Mencintai-Mu by Edcoustic lyric

 

 

Tuhan betapa aku malu atas semua yang Kau beri

padahal diriku terlalu sering membuatMu kecewa

entah mungkin karna ku terlena

sementara Engkau beri aku kesempatan berulang kali agar aku kembali

dalam fitrahku sebagai manusia untuk menghambakanMu

betapa tak ada apa-apanya aku dihadapanMu
Reff:

aku ingin mencintaiMu setulusnya,

sebenar-benar aku cinta

dalam do’a dalam ucapan dalam setiap langkahku

aku ingin mendekatiMu selamanya

sehina apapun diriku

kuberharap untuk bertemu denganMu ya Rabbi

Advertisements

Ending Cerpen “Berubah” by Gina Rosmalia

Di sekolah pun, anak-anak ramai membicarakan kematian Denis. Aku hanya bisa termenung dan melamun di pojokan sekolah. Putri yang sempurna ini telah hilang semangat hidupnya. Aku pikir orang-orang yang membenciku akan merasa senang dengan kesedihanku. Ternyata tidak. Mereka malah menghiburku. Apalagi Rahman yang selalu menceritakan cerita-cerita lucu, meski aku tak pernah merespon dia. Aku serasa kehilangan separuh jiwaku. Anita yang pernah aku siram dan ku maki-maki, mendekatiku dan bilang dia berduka atas semua ini. Sarah dan Mita malah yang tertawa terbahak-bahak melihatku seperti ini. Mereka bilang aku sudah gila. Tidak! Mereka yang gila.

Hahahahahahaaa.. Rasain kamu, makanya kalau kita baik-baikin kamu tuh nurut dong. Kita juga terpaksa kok berteman sama kamu. Sikap kamu yang arogan itu membuat kami pengen muntah kalau lihat muka kamu. Putri sempurna apa? Orang tua bercerai, pacar yang seorang gigolo sudah mati. Dan kamu gak punya teman lagi. Kasihan banget sih kamu. Ahaahahhahaa.” Ujar Sarah seraya disetujui Mita.

“Maaf, kalau aku punya salah sama kalian. Tapi, kalian juga punya hutang padaku.  Semua barang-barang dan uang yang sudah kuberi, harap dikembalikan. Semuanya total 30 juta. Kalau kalian tidak membayarnya dalam seminggu, kalian mati. Aku akan melaporkan kalian ke kantor polisi karena sudah meminta secara paksa uangku.” Aku tenang dan merasa menang.

“A.. a. apa??? Kamu mau menagih semua yang kamu beri? Semua uang dan barang yang sudah kami terima tak bisa diambil lagi.”

“Kenapa? Kalian takut? Aku sudah tahu sikap kalian yang berlebihan itu. Kalian hanya memanfaatkanku untuk memenuhi kesenangan kalian.”

“Memangnya kamu ada bukti untuk melaporkan kami ke polisi?” Sarah dan Mita terlihat tegang.

“Ada dong. Rekaman disaat kalian selalu berbelanja dengan uangku. Ada dua pilihan untuk kalian, kantor polisi atau bayar.” Aku tersenyum menang.

“Kamu… Jahat….” Ucap Mita.

“Kalian lebih jahat, dimana kalian saat aku bersedih. Kalian hanya mau bersenang-senang denganku. Saat aku sedih, kalian malah menertawakanku. Menghambur-hamburkan uangku. Dan tak ada rasa terimakasihnya sedikitpun. Harusnya kalianlah yang harus berbaik hati dan menurut padaku.” Aku pun pergi dengan kepedihan di hatiku. Aku memutuskan pergi ke mushola. Disana kulihat anak-anak rohis sedang bercengkrama. Semua yang kupikirkan tentang mereka, semuanya salah. Mereka tersenyum padaku. Mereka pun memperbolehkanku ikut mengobrol dengan mereka. Setelah aku ungkapkan apa yang terjadi padaku, kulihat ada yang menangis. Mereka menganjurkan aku untuk sholat tobat. Agar aku merasa tenang. Dan memang aku merasa tenang sekali saat dekat denagn mereka. Orang-orang baik ini, kenapa aku tidak berteman sejak dulu dengan mereka.

Aku bisa tertawa dengan ikhlas. Aku memutuskan untuk memakai hijab. Mereka senang dan mendukungku.

***

Sarah dan Mita telah mengembalikan semua uang dan barang yang telah kuberi. Itupun mereka meminta waktu dua bulan untuk melunasi semua itu.  Aku berpikir, untuk apa barang-barang ini? Akhirnya, aku mengadakan garage sell. Uang yang terkumpul aku sumbangkan untuk panti asuhan. Aku senang berbagi. Sherli yang sekarang harus lebih baik dari Sherli yang dulu. Putri yang sempurna ini harus bisa menyenangkan hati semua orang. Tak boleh ada sikap angkuh lagi, karena manusia dimata Tuhan  sama saja, yang membedakannya hanyalah keimanan dan ketakwaan.

Orang tuaku pun tak jadi bercerai. Mereka bilang semua hanya salah paham dan mereka memikirkanku. Aku benar-benar sangat bahagia. Aku pun selalu menyempatkan waktu mengunjungi keluarga Denis. Begitu pun makam Denis, sebulan sekali aku membersihkan makamnya.

Benar-benar hidup yang sempurna bila dilakukan dengan ikhlas dan penuh dengan kebaikan.

Ingat Rahman kan? Dia mencoba menyatakan perasaannya padaku, aku menolaknya lagi. Akan tetapi, dengan alasan yang berbeda.

“Aku ga mau pacaran dulu. Aku ingin sendiri dan menenangkan diri. Kalau kamu mau, tunggu aku sampai aku siap.” Ujarku pada Rahman. Dia ga jelek-jelek amat sih. Hehehehehe

“Kapan?” tanyanya.

“Sampai aku siap nikah. 5-10 tahun lagi. Bagaimana?” aku balik bertanya padanya.

“Hah? Selama itukah? Ehmm baiklah. Tapi, kamu jangan terima cinta orang lain ya?” ujar Rahman sambil sedikit memohon.

“Hahahhaaa.. Insya Alloh. Kalau jodoh gak akan kemana kan?” kami pun tertawa lepas.

Ya Alloh, ampuni hamba dan orang-orang yang hamba sayang. Berikan kami cahayaMu. Jalan lurus menujuMu bukan jalan yang berbelok-belok hingga kami tak sampai kepadaMu. Semoga hamba bisa menjadi orang yang berguna bagi agama, bangsa dan Negara. Ammiiiin…

Semoga perubahan ini akan menjadi suatu jalan yang terbaik untukku. Jadi ingat lagunya Edcoustic..

Berubahkah aku hanya bila ada sesuatu
Terus aku pulang pada sikap sebelum kuberubah
Hanya sekedar sesuatu tak berapa lamapun itu
Jarang kuterendap dalam sikap dimana kuberubah

Tuhan aku hanya manusia
Mudah berubah lagi dalam sekejap
Tuhan aku ingin berubah
Dan kubertahan dalam perubahanku

 

Hidup tak selalu seperti yang kita inginkan. Kita hanya bisa merancang dan berusaha, tanpa izin Tuhan semua tidak akan berjalan dengan sempurna.

Manusia memiliki kesempatan kedua sebelum mereka mati. Mereka masih bisa berubah.

Kulihat sebuah cahaya di langit. Semoga perubahan ini menjadi awal yang baik untukku, keluargaku, teman-temanku, dan orang disekitarku.

 

17 Agustus 2011

12.00 WIB

Berubah-part 2 (cerpenbarudariGinaRosmalia)

Brak!!

“Ada apa ini?” Aku terbangun karena suara benda yang terjatuh. “Malam-malam begini, kucing apa maling ya?” Desisku.

Aku memberanikan diri keluar kamar, sambil menelpon ayah ibuku. Tapi, kudengar dering HP ayah dari ruang keluarga. Kulihat ayah dan ibu sedang bertengkar. Kudengar ada orang ketiga dalam hubungan mereka. Ruang keluarga berantakan. Barang-barang pun pecah. Aku takut. Menangis. Sendirian. Aku tidak habis pikir mereka bisa bertengkat sehebat itu, apa selama ini mereka tidak bangga dengan sosok putrinya yang sempurna ini. Aku bingung. Aku menelpon Mita dan Sarah, tak ada yang mengangkat. Aku langung menelpon Denis. Aku terkejut, yang mengangkat telpon bukan Denis, tapi suara perempuan dan aku rasa aku tahu suara siapa itu!!

Batinku benar-benar hancur. Jiwaku benar-benar rapuh. Tuhan, kesalahan apa yang telah aku lakukan sehingga hari ini aku bagaikan di neraka?

Aku menangis terisak-isak.

Keesokan harinya, ayah dan ibu memutuskan untuk bercerai. Aku sudah beribu-ribu kali mengingatkan bahwa aku ada diantara mereka. Aku masih ingin memiliki keluarga yang utuh.  Akan tetapi, pendirian mereka tak bisa  tergoyahkan. Aku sedih.

Di sekolah pun sama, saat kutolak ajakan Mita dan Sarah untuk berbelanja, mereka malah mengejekku sudah tidak mempunyai uang. Mereka meninggalkanku begitu saja, padahal aku berharap mereka menghiburku. Apa ini yang namanya sahabat? Habis manis sepah dibuang. Aku tak bisa berpikir jernih. Yang ada di pikiranku hanya kesedihan yang tak berujung.

Aku mencari Denis. Dia tidak ada dimana-mana. Kutanya teman-temannya pun, mereka tak tahu. Sepertinya dia tidak sekolah hari ini. Aku benar-benar lelah. Denis, kamu dimana??

Aku pulang dengan lunglai. Supirku, Pak Parman begitu ramah menyambutku. Padahal aku selalu bersikap kasar padanya. Mungkin karena dia tahu aku seorang anak yang harus dikasihani karena ayah ibuku akan bercerai. Di jalan aku melihat loper koran. Sebenarnya aku tak pernah membaca koran dan tak pernah tertarik sekalipun. Namun, ini berbeda. Ada gambar seseorang yang aku kenal. Denis!!! Aku segera membeli dan membaca berita terbaru.

“Seorang pria yang diduga gigolo ini ditemukan tewas di sebuah hotel. Diduga penyebabnya dibunuh oleh pelanggannya. Belum jelas apa motif dibalik pembunuhan ini. Semua barang sang pria lengkap, tak ada yang hilang. Pembunuh pun masih dicari polisi. Dari beberapa saksi di TKP, wanita ini kira-kira berumur 30 tahun. Dengan ceroboh, ia meninggalkan kartu identitas dengan nama Sania Dwi Habibi…………………………………”

Aku langsung  menghempaskan tubuhku di kursi mobil setelah membaca berita itu. Seorang gigolo? Denis? Aku tidak percaya. Terlebih lagi yang membunuh Denis adalah adik ayahku. Tante Sania. Aku benar-benar ingin menjerit! Rasanya aku ingin sekali bunuh diri.

Aku menyuruh Pak Parman untuk pergi ke suatu tempat. Rumah Denis. Dia pernah membawaku kesana sekali. Dia bilang itu pertama kalinya dia membawa dan memperkenalkan pacarnya pada orangtuanya. Setelah sampai disana, aku melihat kerumunan orang. Orangtua Denis pasti sedih dan kecewa, sama seperti yang aku rasakan saat ini. Di ruang tengah kulihat sesosok mayat yang sudah terbungkus kain kafan. Tanpa bicara aku memeluk Denis yang terbujur kaku, aku menangis. Aku masih tak percaya, mungkin jika kutahu sejak awal dia gigolo, aku pasti akan menyuruhnya berhenti. Penyesalan yang tak kan pernah bisa diperbaiki lagi.

Aku pergi ke kamarnya. Aku menemukan sebuah buku yang bertuliskan Diary. Aku sempat tersenyum kecil bahkan ingin tertawa melihat buku itu, seorang Denis punya Buku Diary? Aku membuka dan membacanya.

Diary, aku memang orang miskin tapi aku ganteng. Hahahahaa. Pekerjaan ini membuatku lelah. Gara-gara aku ganteng, banyak cewek yang mau jadi pacarku. Tante-tante girang pun menyukaiku. Tuhan, kenapa kau memberiku anugrah yang sangat luar biasa ini.

Diary, aku ketemu sama bidadari hari ini, namanya Sherli. Dia benar-benar telah menonjok hatiku. Hahahahahhaa.. Apa aku bisa mendapatkannya? Pasti bisa!! 😀

Diary, ternyata bidadari cantik itu menerima cintaku.. hahaha senangnya…

Diary, memang aku menyimpan rasa sayang padanya, meski pada awalnya aku ingin mempermainkan dia.. Tapi, cinta ini benar-benar membuatku merasakan cinta yang sesungguhnya.. Tuhan, jodohkan dia denganku… (maksa.com) hehehee

Diary, rasanya aku ingin mengakhiri semua ini. Pekerjaan menjadi gigolo membuatku stress. Meski uang mengalir dari mereka, aku yakin semua ini dosa yang sangat besar. Terlebih lagi, aku gak mau menyakiti kekasihku, Sherli. Huaaaaaaaaaaaaa…. Hari ini aku akan bilang pada semua tante girang yang aku layani kalau aku tidak akan pernah melayani mereka lagi.

Diary, barusan aku menghubungi Tante Sania. Aku bilang, aku tidak bisa melayaninya lagi. Tetapi, dia ingin bertemu denganku untuk terakhir kalinya. Ya sudahlah, aku cabut dulu. Bye…

Itu tulisan terakhirnya. Sebelum dia dibunuh orang yang tak lain tanteku sendiri.

Tuhan, ampuni dia orang yang sangat kusayang. Aku yakin dia melakukan semua ini bukan karena tabiatnya begitu, tapi karena uang. Keluarganya bukan dari keluarga kaya sepertiku. “Kenapa dia tak pernah bilang sebelumnya?”. Orang tua Denis pun tak tahu pekerjaan Denis, mereka hanya tahu Denis bekerja paruh waktu untuk membantu ekonomi mereka.

Denis, kamu akan selalu dihatiku. Meski kau telah menyakitiku lebih dari apapun.  Aku pun pulang dengan membawa kesedihan.

***

Belum tamat nih,,, tunggu kelanjutan ceritanya setelah posting-posting berikut ini..

hahahhahahahahaaaaa 😀

My Account….

Add and follow me at:

Berubah-part 1 (cerpenbarudariGinaRosmalia)

Banyak orang yang mencibirku, banyak orang yang tidak menyukaiku, banyak orang yang tersakiti olehku. Betapa sakit hati ini saat orang-orang tidak mau peduli terhadapku. Mungkin semua ini akibat dari ketidakpedulianku pada orang lain. Semua berawal dari sifatku yang angkuh, sombong dan selalu merendahkan orang.
Aku, Sherli Habibi, putri dari seorang pengusaha terkenal, Joko Habibi dan desainer ternama Sinta Hanum Habibi. Aku selalu mendapatkan segala yang aku inginkan. Mulai dari baju dengan merk terkenal, tas mahal import, sepatu-sepatu yang dipakai artis-artis luar negeri, gadget tercanggih, sampai mobil termahal pun baru aku dapatkan saat ulang tahun ke-17 lalu. Hidupku bak seorang putri raja, ayah dan ibuku selalu memanjakanku. Ya, karena aku satu-satunya putri mereka. Tapi, di samping itu, aku merasakan kesedihan luar biasa. Aku yang anak tunggal tak punya kakak ataupun adik untuk diajak bermain. Ayah ibuku pun sibuk mencari uang yang katanya demi aku. Hanya seminggu sekali aku bisa berkumpul dengan mereka, itu pun bila ayah atau ibu tidak pergi ke luar kota untuk urusan bisnis.
Kesendirianku di rumah membuatku mencari perhatian di luar. Awalnya aku beruntung sekali mempunyai pacar keren, tampan, terkenal di sekolah. Namun, sepertinya dia memiliki niat yang tidak baik padaku. Dia selalu meminta ini itu padaku. Karena rasa sayangku yang sangat besar padanya, aku selalu memberikan apa yang dia minta. “Apa sih yang enggak buat kamu.” Ujarku saat dia meminta barang atau uang padaku. Kini aku tahu seharusnya dia yang bilang begitu padaku. Sahabatku, Mita dan Sarah pun begitu. Apa-apa mau ditraktir. Karena uang sakuku sehari sama dengan uang jajan mereka selama sebulan, aku bisa memenuhi keinginan mereka. Aku bangga karena bisa memberikan apa yang mereka mau.
“Say, besok kita jalan yuk! Kita jalan-jalan ke mall. Katanya ada produk-produk terbaru dari luar negeri.” Ajak Mita padaku.
“OK.” Jawabku singkat, kulihat Mita dan Sarah berpandangan seakan-akan mau menelanku.
Mereka memborong barang-barang mahal itu dan kalian pasti tahu siapa yang membayarnya. Aku hanya membeli sebuah jepit rambut. Mereka terheran-heran. “Kenapa cuma beli jepit rambut?” Tanya Sarah.
“Ehmm, aku suka jepit rambut ini dan saat ini gak ada yang aku inginkan.” Jawabku tenang. Mita dan Sarah terlihat biasa-biasa saja. Padahal ini aku lakukan untuk mengingatkan mereka bahwa uang yang mereka habiskan itu uang orangtuaku, bukan uang mereka. Aku tak bisa protes karena hanya mereka temanku. Tak ada yang mau bermain denganku karena aku sombong.
***
“Hei kamu!! Apa kamu gak punya mata? Nabrak-nabrak aku !! Numpahin minuman lagi!! Nih kamu rasain!!” Aku menyiram Anita dengan minuman yang ada di tanganku. Aku kesal, dia menumpahkan minuman ke baju seragamku. Dia memang sudah meminta maaf, tapi aku tidak bisa tinggal diam, kalau didiamkan mereka malah akan melunjak. Maaf-maaf saja, aku bukan orang yang murah hati.
Pada waktu yang lain, “Apa ini? Surat cinta? Coba kutebak, bunga ini dari kebun sekolah. Benarkan? Ngaca dong.. Dasar cowok ga bermodal!” Kubuang surat dan bunga dari Rahman. Dia tidak selevel denganku. Akan tetapi, saat Denis yang menyatakan cinta, aku langsung menerimanya. Dia memang tidak kaya, tapi dia tampan, terkenal dan menjadi rebutan di sekolah. Hanya orang bodoh yang menolaknya.
“Beib, tahu gak aku sayaaang banget sama kamu. Dari awal ketemu sih. Cuman aku baru biasa ngungkapin sekarang. Aku selalu perhatiin kamu lho. Dari masuk sampai pulang sekolah. Pikiranku bilang indahnya melihat bidadari di siang hari.” Wah,, benar-benar hatiku serasa melayang. Indahnya. Semoga cintaku dan Denis bisa bersemi selamanya. Meski orang-orang bilang dia punya banyak pacar. Namun, aku tak peduli, cinta telah membutakanku.
Aku pun mengikuti les musik. Aku bisa memainkan piano dan biola dengan sangat baik. Aku pun memiliki suara emas, itu kata guru lesku. Selalu menang di kompetisi menyanyi menjadi hobiku. Aku pun pernah berduet dengan penyanyi terkenal. Benar-benar lengkap hidupku. “Semua orang pasti iri padaku.” Pikirku. Cantik, enerjik, pintar, dan kaya.
“Eh, kalau gak punya suara sebagus aku gak usah ikut lomba deh. Penyanyi kamar mandi saja sok ikut lomba. Kamu tuh pantesnya jadi apa ya? Oh, jadi pengamen jalanan!” hinaku pada seorang peserta yang kalah olehku. Dengan bangga, aku pergi meninggalkannya dalam tangisnya.
***

Tunggu kelanjutan ceritanya………. ^^

Secret Garden………………………………………..

Hey, Hey, Hey… I’m Comeback!!!!!!!!!! huahahaahhahahahahaa..
Aku mau review DramKor yang baru ditayangkan di Indosiar ini. Awalnya Indosiar menayangkan The Great Queen Seon-Deok, paling baru belasan episode, eh pas saya tonton. Lho kok jadi ke episode terakhir??? Yang jadi pertanyaannya adalah mata saya rabun, atau hari tak terasa berjalan dengan cepat, atau memang dipercepat penayangannya… Dan jawabannya adalah Indosiar menayangkan DramKor “Secret Garden” (Ga nyambung.. Ga nyambung….)


Tapi, lumayan seru-lah, pemainnya itu Ha Ji Won, yang membintangi beberapa DramKor, yaitu Hwang Jin Yi (KBS2, 2006), What Happened in Bali (SBS, 2004), Damo (MBC, 2003), Love That’s Bigger Than Love (MBC), Days in the Sun (KBS2, 2002), Life is Beautiful (KBS2, 2001), Secret (MBC, 2000), School 2 (KBS1, 1999), dan Tears of the Dragon (KBS1, 1996), belum filmnya yang juga bejibun.. Ada juga Hyun Bin yang pernah berperan menjadi Hyun Jin-heon di DramKor My Lovely Sam-Soon……

Synopsis Secret Garden nih. (tapi pake bahasa Inggris, translatenya susah.. hehe)

The drama tells the story of Kim Joo Won (Hyun Bin), an arrogant and eccentric CEO who maintains the image of seeming perfection, and Gil Ra Im (Ha Ji Won), a poor and humble stuntwoman whose beauty and body are the object of envy amongst top actresses. Their accidental meeting, when Joo Won mistakes Ra Im for actress Park Chae Rin, marks the beginning of a tense, bickering relationship, through which Joo Won tries to hide a growing attraction to Ra Im that both confuses and disturbs him. To complicate matters further, a strange sequence of events results in them swapping bodies.

Kita lihat nih pemeran2 di Secret Garden, Check this out…
Hyun Bin as Kim Joo Won

Ha Ji Won as Gil Ra Im


Yoon Sang Hyun as Choi Woo Young / Oska


Kim Sa Rang as Yoon Seul


Lee Philip as Im Jong Soo


Lee Jong Suk as Han Tae Ssun


Yoo In Na as Im Ah Young

Choi Yoon So as Kim Hee Won (Joo Won’s sister)

Kim Sung Oh as Kim Sung Woo (Joo Won’s secretary)

Other Cast:

Kim Ji Sook as Moon Yeon Hong
Park Joon Geum as Moon Boon Hong
Kim Sung Kyum as Moon Chang Soo
Lee Byung Joon as Park Bong Ho
Sung Byung Sook as Park Bong Hee
Yoon Gi Won as Choi Dong Kyu
Yoo Seo Jin as Lee Ji Hyun
Kim Gun as Yoo Jong Heon
Baek Seung Hee as Park Chae Rin
Jang Seo Won as Hwang Jung Hwan
Kim Dong Gyoon as director
Kim Mi Kyung as guest house ahjumma
Song Yoon Ah as herself (cameo)
Lee Joon Hyuk as himself (cameo, epi. 8)
Beige (베이지) (cameo)
Baek Ji Young as herself (cameo, ep 13)
Han Ye Won as Cherry (cameo, ep 15)
Son Ye Jin as herself (cameo, ep 20)
Kang Chan Yang (강찬양)
Kim Sung Hoon

Source: Dramawiki

Mr.Simple Music Video release!!!!!!!!!!!!! :D

ya.. ya.. ya…
Ini dia MV Mr. Simple, lagu dari album terbarunya Super Junior 5jib………….
Pertama, kita lihat dulu teaser-nya…

Super Junior 슈퍼주니어_Mr.Simple_TEASER MOVIE1

Super Junior 슈퍼주니어_Mr.Simple_TEASER MOVIE2

Nah, ini dia MV Mr. Simple yang sudah ELF tunggu-tunggu..
Watch it.. 😀

Source: YouTube