Berubah-part 1 (cerpenbarudariGinaRosmalia)

Banyak orang yang mencibirku, banyak orang yang tidak menyukaiku, banyak orang yang tersakiti olehku. Betapa sakit hati ini saat orang-orang tidak mau peduli terhadapku. Mungkin semua ini akibat dari ketidakpedulianku pada orang lain. Semua berawal dari sifatku yang angkuh, sombong dan selalu merendahkan orang.
Aku, Sherli Habibi, putri dari seorang pengusaha terkenal, Joko Habibi dan desainer ternama Sinta Hanum Habibi. Aku selalu mendapatkan segala yang aku inginkan. Mulai dari baju dengan merk terkenal, tas mahal import, sepatu-sepatu yang dipakai artis-artis luar negeri, gadget tercanggih, sampai mobil termahal pun baru aku dapatkan saat ulang tahun ke-17 lalu. Hidupku bak seorang putri raja, ayah dan ibuku selalu memanjakanku. Ya, karena aku satu-satunya putri mereka. Tapi, di samping itu, aku merasakan kesedihan luar biasa. Aku yang anak tunggal tak punya kakak ataupun adik untuk diajak bermain. Ayah ibuku pun sibuk mencari uang yang katanya demi aku. Hanya seminggu sekali aku bisa berkumpul dengan mereka, itu pun bila ayah atau ibu tidak pergi ke luar kota untuk urusan bisnis.
Kesendirianku di rumah membuatku mencari perhatian di luar. Awalnya aku beruntung sekali mempunyai pacar keren, tampan, terkenal di sekolah. Namun, sepertinya dia memiliki niat yang tidak baik padaku. Dia selalu meminta ini itu padaku. Karena rasa sayangku yang sangat besar padanya, aku selalu memberikan apa yang dia minta. “Apa sih yang enggak buat kamu.” Ujarku saat dia meminta barang atau uang padaku. Kini aku tahu seharusnya dia yang bilang begitu padaku. Sahabatku, Mita dan Sarah pun begitu. Apa-apa mau ditraktir. Karena uang sakuku sehari sama dengan uang jajan mereka selama sebulan, aku bisa memenuhi keinginan mereka. Aku bangga karena bisa memberikan apa yang mereka mau.
“Say, besok kita jalan yuk! Kita jalan-jalan ke mall. Katanya ada produk-produk terbaru dari luar negeri.” Ajak Mita padaku.
“OK.” Jawabku singkat, kulihat Mita dan Sarah berpandangan seakan-akan mau menelanku.
Mereka memborong barang-barang mahal itu dan kalian pasti tahu siapa yang membayarnya. Aku hanya membeli sebuah jepit rambut. Mereka terheran-heran. “Kenapa cuma beli jepit rambut?” Tanya Sarah.
“Ehmm, aku suka jepit rambut ini dan saat ini gak ada yang aku inginkan.” Jawabku tenang. Mita dan Sarah terlihat biasa-biasa saja. Padahal ini aku lakukan untuk mengingatkan mereka bahwa uang yang mereka habiskan itu uang orangtuaku, bukan uang mereka. Aku tak bisa protes karena hanya mereka temanku. Tak ada yang mau bermain denganku karena aku sombong.
***
“Hei kamu!! Apa kamu gak punya mata? Nabrak-nabrak aku !! Numpahin minuman lagi!! Nih kamu rasain!!” Aku menyiram Anita dengan minuman yang ada di tanganku. Aku kesal, dia menumpahkan minuman ke baju seragamku. Dia memang sudah meminta maaf, tapi aku tidak bisa tinggal diam, kalau didiamkan mereka malah akan melunjak. Maaf-maaf saja, aku bukan orang yang murah hati.
Pada waktu yang lain, “Apa ini? Surat cinta? Coba kutebak, bunga ini dari kebun sekolah. Benarkan? Ngaca dong.. Dasar cowok ga bermodal!” Kubuang surat dan bunga dari Rahman. Dia tidak selevel denganku. Akan tetapi, saat Denis yang menyatakan cinta, aku langsung menerimanya. Dia memang tidak kaya, tapi dia tampan, terkenal dan menjadi rebutan di sekolah. Hanya orang bodoh yang menolaknya.
“Beib, tahu gak aku sayaaang banget sama kamu. Dari awal ketemu sih. Cuman aku baru biasa ngungkapin sekarang. Aku selalu perhatiin kamu lho. Dari masuk sampai pulang sekolah. Pikiranku bilang indahnya melihat bidadari di siang hari.” Wah,, benar-benar hatiku serasa melayang. Indahnya. Semoga cintaku dan Denis bisa bersemi selamanya. Meski orang-orang bilang dia punya banyak pacar. Namun, aku tak peduli, cinta telah membutakanku.
Aku pun mengikuti les musik. Aku bisa memainkan piano dan biola dengan sangat baik. Aku pun memiliki suara emas, itu kata guru lesku. Selalu menang di kompetisi menyanyi menjadi hobiku. Aku pun pernah berduet dengan penyanyi terkenal. Benar-benar lengkap hidupku. “Semua orang pasti iri padaku.” Pikirku. Cantik, enerjik, pintar, dan kaya.
“Eh, kalau gak punya suara sebagus aku gak usah ikut lomba deh. Penyanyi kamar mandi saja sok ikut lomba. Kamu tuh pantesnya jadi apa ya? Oh, jadi pengamen jalanan!” hinaku pada seorang peserta yang kalah olehku. Dengan bangga, aku pergi meninggalkannya dalam tangisnya.
***

Tunggu kelanjutan ceritanya………. ^^

One thought on “Berubah-part 1 (cerpenbarudariGinaRosmalia)

  1. jika berbagi suatu ungkapan kebahagiaan dan kepuasan , akan keberikan itu untuk amalku,tapi…jangankan tuk berbagi …tuk sesuap nasipun aku dan keluarga terkadang harus berpikir lama sampai terasa melilit di perut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s