Berubah-part 2 (cerpenbarudariGinaRosmalia)

Brak!!

“Ada apa ini?” Aku terbangun karena suara benda yang terjatuh. “Malam-malam begini, kucing apa maling ya?” Desisku.

Aku memberanikan diri keluar kamar, sambil menelpon ayah ibuku. Tapi, kudengar dering HP ayah dari ruang keluarga. Kulihat ayah dan ibu sedang bertengkar. Kudengar ada orang ketiga dalam hubungan mereka. Ruang keluarga berantakan. Barang-barang pun pecah. Aku takut. Menangis. Sendirian. Aku tidak habis pikir mereka bisa bertengkat sehebat itu, apa selama ini mereka tidak bangga dengan sosok putrinya yang sempurna ini. Aku bingung. Aku menelpon Mita dan Sarah, tak ada yang mengangkat. Aku langung menelpon Denis. Aku terkejut, yang mengangkat telpon bukan Denis, tapi suara perempuan dan aku rasa aku tahu suara siapa itu!!

Batinku benar-benar hancur. Jiwaku benar-benar rapuh. Tuhan, kesalahan apa yang telah aku lakukan sehingga hari ini aku bagaikan di neraka?

Aku menangis terisak-isak.

Keesokan harinya, ayah dan ibu memutuskan untuk bercerai. Aku sudah beribu-ribu kali mengingatkan bahwa aku ada diantara mereka. Aku masih ingin memiliki keluarga yang utuh.  Akan tetapi, pendirian mereka tak bisa  tergoyahkan. Aku sedih.

Di sekolah pun sama, saat kutolak ajakan Mita dan Sarah untuk berbelanja, mereka malah mengejekku sudah tidak mempunyai uang. Mereka meninggalkanku begitu saja, padahal aku berharap mereka menghiburku. Apa ini yang namanya sahabat? Habis manis sepah dibuang. Aku tak bisa berpikir jernih. Yang ada di pikiranku hanya kesedihan yang tak berujung.

Aku mencari Denis. Dia tidak ada dimana-mana. Kutanya teman-temannya pun, mereka tak tahu. Sepertinya dia tidak sekolah hari ini. Aku benar-benar lelah. Denis, kamu dimana??

Aku pulang dengan lunglai. Supirku, Pak Parman begitu ramah menyambutku. Padahal aku selalu bersikap kasar padanya. Mungkin karena dia tahu aku seorang anak yang harus dikasihani karena ayah ibuku akan bercerai. Di jalan aku melihat loper koran. Sebenarnya aku tak pernah membaca koran dan tak pernah tertarik sekalipun. Namun, ini berbeda. Ada gambar seseorang yang aku kenal. Denis!!! Aku segera membeli dan membaca berita terbaru.

“Seorang pria yang diduga gigolo ini ditemukan tewas di sebuah hotel. Diduga penyebabnya dibunuh oleh pelanggannya. Belum jelas apa motif dibalik pembunuhan ini. Semua barang sang pria lengkap, tak ada yang hilang. Pembunuh pun masih dicari polisi. Dari beberapa saksi di TKP, wanita ini kira-kira berumur 30 tahun. Dengan ceroboh, ia meninggalkan kartu identitas dengan nama Sania Dwi Habibi…………………………………”

Aku langsung  menghempaskan tubuhku di kursi mobil setelah membaca berita itu. Seorang gigolo? Denis? Aku tidak percaya. Terlebih lagi yang membunuh Denis adalah adik ayahku. Tante Sania. Aku benar-benar ingin menjerit! Rasanya aku ingin sekali bunuh diri.

Aku menyuruh Pak Parman untuk pergi ke suatu tempat. Rumah Denis. Dia pernah membawaku kesana sekali. Dia bilang itu pertama kalinya dia membawa dan memperkenalkan pacarnya pada orangtuanya. Setelah sampai disana, aku melihat kerumunan orang. Orangtua Denis pasti sedih dan kecewa, sama seperti yang aku rasakan saat ini. Di ruang tengah kulihat sesosok mayat yang sudah terbungkus kain kafan. Tanpa bicara aku memeluk Denis yang terbujur kaku, aku menangis. Aku masih tak percaya, mungkin jika kutahu sejak awal dia gigolo, aku pasti akan menyuruhnya berhenti. Penyesalan yang tak kan pernah bisa diperbaiki lagi.

Aku pergi ke kamarnya. Aku menemukan sebuah buku yang bertuliskan Diary. Aku sempat tersenyum kecil bahkan ingin tertawa melihat buku itu, seorang Denis punya Buku Diary? Aku membuka dan membacanya.

Diary, aku memang orang miskin tapi aku ganteng. Hahahahaa. Pekerjaan ini membuatku lelah. Gara-gara aku ganteng, banyak cewek yang mau jadi pacarku. Tante-tante girang pun menyukaiku. Tuhan, kenapa kau memberiku anugrah yang sangat luar biasa ini.

Diary, aku ketemu sama bidadari hari ini, namanya Sherli. Dia benar-benar telah menonjok hatiku. Hahahahahhaa.. Apa aku bisa mendapatkannya? Pasti bisa!!😀

Diary, ternyata bidadari cantik itu menerima cintaku.. hahaha senangnya…

Diary, memang aku menyimpan rasa sayang padanya, meski pada awalnya aku ingin mempermainkan dia.. Tapi, cinta ini benar-benar membuatku merasakan cinta yang sesungguhnya.. Tuhan, jodohkan dia denganku… (maksa.com) hehehee

Diary, rasanya aku ingin mengakhiri semua ini. Pekerjaan menjadi gigolo membuatku stress. Meski uang mengalir dari mereka, aku yakin semua ini dosa yang sangat besar. Terlebih lagi, aku gak mau menyakiti kekasihku, Sherli. Huaaaaaaaaaaaaa…. Hari ini aku akan bilang pada semua tante girang yang aku layani kalau aku tidak akan pernah melayani mereka lagi.

Diary, barusan aku menghubungi Tante Sania. Aku bilang, aku tidak bisa melayaninya lagi. Tetapi, dia ingin bertemu denganku untuk terakhir kalinya. Ya sudahlah, aku cabut dulu. Bye…

Itu tulisan terakhirnya. Sebelum dia dibunuh orang yang tak lain tanteku sendiri.

Tuhan, ampuni dia orang yang sangat kusayang. Aku yakin dia melakukan semua ini bukan karena tabiatnya begitu, tapi karena uang. Keluarganya bukan dari keluarga kaya sepertiku. “Kenapa dia tak pernah bilang sebelumnya?”. Orang tua Denis pun tak tahu pekerjaan Denis, mereka hanya tahu Denis bekerja paruh waktu untuk membantu ekonomi mereka.

Denis, kamu akan selalu dihatiku. Meski kau telah menyakitiku lebih dari apapun.  Aku pun pulang dengan membawa kesedihan.

***

Belum tamat nih,,, tunggu kelanjutan ceritanya setelah posting-posting berikut ini..

hahahhahahahahaaaaa😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s